Pentingnya Vertikalisasi Scope Anda (written by :Jwardana)
ByPemasangan scope yg tepat itu yg saya maksud adalah tentang kesempurnaan tegak lurusnya cross hair terhadap laras.
Jadi contohnya gini: in an ideal world scope mustinya dipasang kayak gini (maaf diagram sederhana aja ya , tampak dari arah belakang - buttplate):

Dimana garis vertikal cross hair tegak lurus (atau bisa disebut lurus saja) terhadap laras.
Kemudian perkenalkan tools yg saya gunakan dalam ilustrasi 3D berikut:

Dimana bidang berwarna biru adalah lintasan pelet dan bidang merah adalah bidang ideal yg mewakili garis vertikal pada crosshair.
Dengan demikian diharapkan (idealnya) bidang lintasan pelet dan bidang vertikal crosshair yang menyatu (menjadi satu bidang) tanpa cacat.

Dan sebagai tambahan teori: sengin, dengan posisi apapun kita tembakkan, akan selalu mempunyai bidang trajektori sbb (selalu tegak lurus terhadap bumi, efek gravitasi):

Nah! pada kenyataannya tanpa kita sadari kita sering melakukan kesalahan dengan memasang scope yg tidak betul2 lurus terhadap laras sehingga terjadi spt diagram berikut (ini gambar ekstremnya biar jelas)

Kesalahan ini terjadi (bisa jadi) karena dari cara pemasangan kita termasuk juga cara kita memegang senapan kita. Tetapi secara tanpa kita sadari pada saat memegang senapan tersebut di lapangan (tanpa bersandar) kita akan ‘mengkoreksi’ posisi tersebut sehingga garis vertikal tersebut akan selalu tegak lurus terhadap bumi yg kita pijak. (sekali lagi maaf ini adalah gambaran yg ekstrem, biar jelas).

Kemudian kesalahan (lebih lanjut) apa yg bisa terjadi dengan adanya kesalahan penempatan ini? Yg terjadi (menurut saya) adalah kita mempunyai dua bidang yang tidak lagi bertumpang tindih (not good for hunting ), melainkan dua bidang yg (hanya) disatukan (bertemu) oleh satu titik di mana kita men-zero senapan tersebut. Lihat diagram berikut: (saya ilustrasikan lebih ekstrem lagi -not to scale- biar jelas utk ilustrasi 3D berikut)


Nah jadi hati2 bros, kesalahan penempatan sebesar (katakan) 5mm

Yg dibarengi dengan zeroing pada jarak (katakan) 10m, maka akan berpotensi utk meleset sebesar 25mm pada jarak 60m. Dan jika digabungkan dengan faktor bullet drop pada titik 60m tersebut (yg bervariasi bergantung kekuatansengin) maka angka tersebut (25mm) dapat berlipat2 pula.
Contoh: andai terjadi bullet drop sebesar 10cm sehingga menghasilkan jarak 20mm pada titik tersebut,

maka akan didapatkan faktor pengkali sebesar 4x. Maka angka 25mm tersebut pada jarak 60m akan menjadi 100mm deviasi.
Dan andaikata itu bullet dropnya spt shapto saya yg mencapai 80cm pada jarak tsb, hitung aja sendiri betapa jauh mblesetnya pelet saya.
Inti ulasan saya di sini adalah: dengan adanya kesalahan kecil ini (betul kecil?), semahir2nya kita
dapat memprediksi letak jatuhnya pelet (bullet drop), tetap aja target tidak akan tercapai karena pelurukita yg mbleset sedemikian jauh itu (jadi jangan buru2 nyalahkan angin)
by jwardana at www.indoairguner.com

9 Comments
April 14th, 2009 at 09:47
Apakah ada toolnya utk membantu saat memasang scope agar bisa presisi tegak?
April 14th, 2009 at 09:57
Dari yang saya lihat…ada bebrapa video di youtube guna
menetapkan vertikalisasi ini…pake waterpass kecil kalau gak salah
..thx
April 14th, 2009 at 13:01
masukan :
kalau di target justru yg banyak terjadi adalah memposisikan senjata miring (canting)untuk standing position agar kepala tetap tegak lurus dan tidak harus miring menempel pada popor. Yg menarik apertur depan ada garis horisontalnya dibikin rata air walau posisi senjata miring agar canting yang mereka lakukan selalu konsiten. Jika diterapkan pada senapan dengan bidik optik posisi senjata miring ke kanan (untuk petembak dengan tangan kanan) selama cros hair horisontal diatur agar rata air. Posisi ini berguna untuk standing agar kepala tetap lurus dan ballance.
semoga bermanfaat
April 14th, 2009 at 13:03
maaf koreksi, untuk petembak tangan kanan posisi berdiri mereka baisa memiringkan senjata ke kiri agar popor bisa menempel di pipi tanpa mereka miringkan kepala agar pipi menempel di popor.
thx
July 27th, 2009 at 13:09
Wah bagus neh…..
Tapi bingung buat saya yang bener2 masih hijau…..
Ada tempat tuk berkumpulnya gak yah?????
And minta tolong, saya kesulitan tuk masuk forum…..
Terima kasih.
September 1st, 2009 at 16:16
Bror, sy uda lurusin tuh scoop ama laras tapi kok hslnya tetep mbleset sih, gimana caranya biar tepat kena sasaran.
November 3rd, 2009 at 23:58
kok di senapan sniper rusia waktu perang dunia 2 ,,, mosin-nagant dipasang tidak sejajar vertikal dengan laras, tapi paralel dengan horisontal laras??? bagaimana hasil tembakan horisontalnya ??
thanx
November 9th, 2009 at 02:07
sekedar tambahan dari saya. ilmu ketepatan pola memasang scope pada senapan yang seperti gambar itu yang tepat untuk para petembak sniper yang perlu dicermati jarak terhadap objek yang akan kita jadikan target..
apakah kita ingin jarak jauh atau dekat. ilmu dengan gambar lengkap diatas dipergunakan untuk tembakan jarak jauh…jadi kiranya dua aliran untuk mencapai kesuksesan tersebut sangat bergantung pada jarak objek yang dibidik. utk sniper memerlukan tembakan niban/projectile pada jarak tertentu telah menurun, sedangkan tembak target jarak tempuh projectilenya masih dalam tenaga impact maksimal yg tidak memerlukan trajectory meniban objek…….salam gejluk forever….”
January 25th, 2010 at 20:18
wach menarik sekali ulasannya dan memang banyak terjadi yg seperti ini,masukan yg sangat bermanfaat buat para newbie di bidang sengin semacam saya ini,mohon terus di berikan pencerahannya dari senior sekalian.