<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>IndoAirGunner</title>
	<atom:link href="http://www.indoairgunner.com/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indoairgunner.com</link>
	<description>Indonesian Airgunner Community</description>
	<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 13:19:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>HW77 dari masa ke masa tetap primadona</title>
		<link>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/hw77-dari-masa-ke-masa-tetap-primadona/</link>
		<comments>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/hw77-dari-masa-ke-masa-tetap-primadona/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 13:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Senapan Angin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indoairgunner.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Saat dilahirkan di tahun 80an, HW77 langsung menggebrak menjadi senapan primadona di eropa (khususnya inggris),
berlanjut ke amerika, dan asia termasuk indonesia, sampai2 menjadi arsenal &#8220;setengah wajib&#8221; untuk kelas ARH, sampai sekarang.
Meskipun di eropa dan amerika banyak banget yang mengandalkan springer ini untuk ajang FT (selain HW97; sang adik kandung, HW98, AA Prosport, dan AA TX200),
kelihatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="indoairgunner" src="http://i434.photobucket.com/albums/qq63/rosyidbedhil/hw77series.jpg" alt="" width="60" height="137" />Saat dilahirkan di tahun 80an, HW77 langsung menggebrak menjadi senapan primadona di eropa (khususnya inggris),<br />
berlanjut ke amerika, dan asia termasuk indonesia, sampai2 menjadi arsenal &#8220;setengah wajib&#8221; untuk kelas ARH, sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun di eropa dan amerika banyak banget yang mengandalkan springer ini untuk ajang FT (selain HW97; sang adik kandung, HW98, AA Prosport, dan AA TX200),<br />
kelihatannya belum banyak petembak di indonesia yang menggunakannya di event metal silhouette atau untuk aplikasi small hunting.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-61"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Padahal handlingnya enak, balance, bertenaga (kondisi per ori dan klep baru dg superdome bisa mencapai 964 fps!), dan yg paling utama<br />
sangat akurat. untuk membuktikan keakuratannya mungkin bromel yg lebih kompeten dan telah benar2 membuktikannya di lapbak 50m senayan&#8230; <img src='http://www.indoairgunner.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejak lahir hingga kini, HW77 mengalami beberapa kali perubahan bentuk/ukuran parts, antara lain pada lubang bukaan pellet loader (2 versi, yg pertama lebih sempit sekitar 1cm dibanding yg baru-maap lupa difoto&#8230;),</p>
<p>Front sight (2 versi, yang paling awal tidak dapat dicopot, versi selanjutnya dibaut dg baut kunci L),<br />
<img class="alignnone" title="indoairgunner" src="http://i434.photobucket.com/albums/qq63/rosyidbedhil/hw77frontsight.jpg" alt="" width="570" height="759" /></p>
<p>Pengunci cocking handle (3 versi: tanpa kunci; pake ball bearing aja, knob bawah geser ke depan, dan terakhir knob depan tekan ke belakang),<br />
<img class="alignnone" title="indoairgunner" src="http://i434.photobucket.com/albums/qq63/rosyidbedhil/hw77cockinghandle.jpg" alt="" width="579" height="358" /></p>
<p>Lubang untuk stopper (2 versi, yg paling awal hanya 2 lubang=front sight tidak bisa dilepas dan tanpa kunci cocking handle), marking (yg edisi keluaran w.germany di blok belakang polos, marking made in w. germani ada di rumah laras bagian samping kanan, yg edisi belakangan ada &#8220;warning&#8221; dst di blok belakang),<br />
<img class="alignnone" title="indoairgunner" src="http://i434.photobucket.com/albums/qq63/rosyidbedhil/hw77backblock.jpg" alt="" width="581" height="435" /></p>
<p>Ukuran diameter tabung kompresi/klep piston (2 versi, yg lama; made in w.germany 25mm, yang belakangan 26mm&#8211; maap gak ada foto, males bongkarnya..he..he..), trus popor, kalo yg lama biasanya lebih langsing terutama yg terasa grip-nya lebih nyaman untuk genggaman &#8220;asia&#8221; kebanyakan, meskipun yg keluaran akhir2 ini juga kembali ada yg popornya lebih langsing dibanding yg edisi &#8220;pertengahan&#8221;.<br />
<img class="alignnone" title="indoairgunner" src="http://i434.photobucket.com/albums/qq63/rosyidbedhil/hw77series.jpg" alt="" width="356" height="800" /></p>
<p>viva springer!</p>
<p>Written by <span style="cursor: pointer;" onclick="window.open('http://www.indoairgunner.com/forum/members/rosyidbedhil/', '_self')">rosyidbedhil</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/hw77-dari-masa-ke-masa-tetap-primadona/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Vertikalisasi Scope Anda (written by :Jwardana)</title>
		<link>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/pentingnya-vertikalisasi-scope-anda/</link>
		<comments>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/pentingnya-vertikalisasi-scope-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 17:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>melinuxid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Senapan Angin]]></category>

		<category><![CDATA[Tips & Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indoairgunner.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pemasangan scope yg tepat itu yg saya maksud adalah tentang kesempurnaan tegak lurusnya cross hair terhadap laras.
Jadi contohnya gini:  in an ideal world scope mustinya dipasang kayak gini (maaf diagram sederhana aja ya , tampak dari arah belakang - buttplate):


Dimana garis vertikal cross hair tegak lurus (atau bisa disebut lurus saja) terhadap laras.
Kemudian perkenalkan tools [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pemasangan scope yg tepat itu yg saya maksud adalah tentang kesempurnaan tegak lurusnya cross hair terhadap laras.<br />
Jadi contohnya gini:  <em>in an ideal world</em> scope mustinya dipasang kayak gini (maaf diagram sederhana aja ya , tampak dari arah belakang - buttplate):</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic01.jpg" alt="" width="132" height="313" /></p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p>Dimana garis vertikal cross hair tegak lurus (atau bisa disebut lurus saja) terhadap laras.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian perkenalkan tools yg saya gunakan dalam ilustrasi 3D berikut:<br />
<img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic02.jpg" alt="" width="547" height="395" /><br />
Dimana bidang berwarna biru adalah lintasan pelet dan bidang merah adalah bidang ideal yg  mewakili garis vertikal pada crosshair.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian diharapkan (idealnya) bidang lintasan pelet dan bidang vertikal crosshair yang menyatu (menjadi satu bidang) tanpa cacat.<br />
<img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic03.jpg" alt="" width="546" height="427" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dan sebagai tambahan teori: sengin, dengan posisi apapun kita tembakkan, akan selalu mempunyai bidang trajektori sbb (selalu tegak lurus terhadap bumi, efek gravitasi):<br />
<img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic03b.jpg" alt="" width="474" height="448" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nah! pada kenyataannya tanpa kita sadari kita sering melakukan kesalahan dengan memasang scope yg tidak betul2 lurus terhadap laras sehingga terjadi spt diagram berikut (ini gambar ekstremnya biar jelas)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic04.jpg" alt="" width="156" height="371" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan ini terjadi (bisa jadi) karena dari cara pemasangan kita termasuk juga cara kita memegang senapan kita. Tetapi secara tanpa kita sadari pada saat memegang senapan tersebut di lapangan (tanpa bersandar) kita akan ‘mengkoreksi’ posisi tersebut sehingga garis vertikal tersebut akan selalu tegak lurus terhadap bumi yg kita pijak. (sekali lagi maaf ini adalah gambaran yg ekstrem, biar jelas).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic05.jpg" alt="" width="156" height="334" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian kesalahan (lebih lanjut) apa yg bisa terjadi dengan adanya kesalahan penempatan ini? Yg terjadi (menurut saya) adalah kita mempunyai dua bidang yang tidak lagi bertumpang tindih (not good for hunting ), melainkan dua bidang yg (hanya) disatukan (bertemu) oleh satu titik di mana kita men-zero senapan tersebut. Lihat diagram berikut: (saya ilustrasikan lebih ekstrem lagi -not to scale- biar jelas utk ilustrasi 3D berikut)</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic06.jpg" alt="" width="572" height="537" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic06b.jpg" alt="" width="572" height="426" /></p>
<p style="text-align: justify;">Nah jadi hati2 bros, kesalahan penempatan sebesar (katakan) 5mm<br />
<img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic07.jpg" alt="" width="197" height="421" /><br />
Yg dibarengi dengan zeroing pada jarak (katakan) 10m, maka akan berpotensi utk meleset sebesar 25mm pada jarak 60m. Dan jika digabungkan dengan faktor bullet drop pada titik 60m tersebut (yg bervariasi bergantung kekuatansengin) maka angka tersebut (25mm) dapat berlipat2 pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh: andai terjadi bullet drop sebesar 10cm sehingga menghasilkan jarak 20mm pada titik tersebut,<br />
<img class="aligncenter" title="indoairgunner" src="http://i124.photobucket.com/albums/p34/jwardana/pic08.jpg" alt="" width="193" height="413" /><br />
maka akan didapatkan faktor pengkali sebesar 4x. Maka angka 25mm tersebut pada jarak 60m akan menjadi 100mm deviasi.<br />
Dan andaikata itu bullet dropnya spt shapto saya yg mencapai 80cm pada jarak tsb, hitung aja sendiri betapa jauh mblesetnya pelet saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Inti ulasan saya di sini adalah: dengan adanya kesalahan kecil ini (betul kecil?), semahir2nya kita<br />
dapat memprediksi letak jatuhnya pelet (bullet drop), tetap aja target tidak akan tercapai karena pelurukita yg mbleset sedemikian jauh itu (jadi jangan buru2 nyalahkan angin)</p>
<p style="text-align: justify;">by <span class="bigusername">jwardana at <a href="http://www.indoairgunner.com" target="_blank">www.indoairguner.com</a><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indoairgunner.com/index.php/2009/04/pentingnya-vertikalisasi-scope-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
